POLISI PNG SELAMATKAN 39 WNI

09/23/2026papuageoscope.com

Polisi PNG Selamatkan 39 WNI dari Dugaan Perdagangan Manusia di Port Moresby, Empat WN China Ditahan.

PAPUAGEOSCOPE.COM, PORT MORESBY – Kepolisian Papua Nugini (PNG) membongkar dugaan jaringan perdagangan manusia lintas negara di Port Moresby dan menyelamatkan 39 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga ditahan di sebuah rumah di pusat ibu kota PNG.

Operasi dilakukan aparat Royal Papua New Guinea Constabulary (RPNGC) pada Selasa, 22 September 2026, setelah Direktorat Kejahatan Transnasional kepolisian PNG memperoleh informasi terkait dugaan aktivitas perdagangan dan penyelundupan manusia. Dalam operasi tersebut, polisi juga menahan empat warga negara China yang kini diperiksa terkait dugaan keterlibatan mereka. (The National)

Sebanyak 39 WNI yang ditemukan terdiri dari 34 laki-laki dan lima perempuan. Mereka ditemukan berada di dalam sebuah rumah dengan tiga kamar tidur di kawasan pusat Port Moresby dan, menurut polisi, diduga tidak diperbolehkan meninggalkan lokasi tersebut. (PNG Facts)

Diduga Direkrut Melalui Tawaran Kerja di Media Sosial

Berdasarkan penyelidikan awal kepolisian PNG, para WNI tersebut diduga direkrut melalui tawaran pekerjaan di media sosial. Namun setelah tiba di Papua Nugini, pekerjaan yang diterima tidak sesuai dengan apa yang sebelumnya ditawarkan.

Polisi menduga mereka kemudian ditahan di lokasi tersebut sebagai bagian dari operasi kriminal yang lebih luas. RPNGC menyebut kasus ini sebagai dugaan jaringan perdagangan manusia dan penyelundupan orang yang memiliki hubungan lintas negara. (PNG Facts)

ABC Australia melaporkan, berdasarkan keterangan awal seorang juru bicara kepolisian PNG, para WNI tersebut diduga dipaksa menjalankan operasi penipuan daring atau online scam menggunakan komputer yang ditempatkan di ruang rumah tersebut. Informasi tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan polisi. (ABC News)

Polisi Selidiki Jaringan Asia Tenggara–Pasifik

Deputy Commissioner of Police untuk Operasi Khusus, Donald Yamasombi, mengatakan penyelidikan awal menunjukkan adanya kemungkinan hubungan kasus tersebut dengan jaringan perdagangan manusia transnasional yang lebih luas.

Menurut Yamasombi, jaringan yang sedang diselidiki diduga memiliki hubungan antara kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Karena itu, RPNGC akan bekerja sama dengan lembaga penegak hukum internasional untuk menelusuri pihak-pihak lain yang kemungkinan terlibat di luar Papua Nugini. (PNG Facts)

Polisi juga memperkirakan penyelidikan dapat mengarah pada penangkapan tambahan setelah aparat menelusuri pergerakan, komunikasi, dan hubungan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Keselamatan 39 WNI Jadi Prioritas

Komisaris Polisi PNG David Manning mengatakan keselamatan, kesejahteraan, dan martabat para WNI yang diselamatkan saat ini menjadi prioritas utama.

Pemerintah Papua Nugini disebut telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk memberikan bantuan konsuler kepada seluruh WNI tersebut. Dukungan juga diberikan oleh tenaga kesehatan dan Departemen Luar Negeri Papua Nugini. (The National)

Manning menegaskan kepolisian PNG akan menindak setiap pihak yang terbukti terlibat dalam perdagangan dan eksploitasi manusia. Aparat saat ini juga menelusuri kemungkinan adanya anggota jaringan yang beroperasi baik di Papua Nugini maupun di luar negeri.

Kasus ini mendapat perhatian media regional. RNZ Pacific pada Rabu, 23 September 2026, melaporkan bahwa kepolisian Papua Nugini telah menyelamatkan 39 warga Indonesia dalam operasi tersebut dan bahwa empat warga China telah ditahan sementara polisi mempersiapkan proses hukum lebih lanjut. (Unmasked)

Penyelidikan RPNGC masih berlangsung. Status hukum dan dakwaan terhadap empat warga China yang ditahan akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan lebih lanjut.

PAPUAGEOSCOPE.COM

Sumber: RNZ Pacific, Royal Papua New Guinea Constabulary, The National PNG, ABC Australia.
Foto: RPNGC/RNZ Pacific
Editor: Papua GeoScope

Tag: Papua Nugini, Port Moresby, WNI, Indonesia, Perdagangan Manusia, Human Trafficking, RPNGC, Kejahatan Transnasional, Pasifik, Papua Insight.